Penanganan panen dan pasca panen pada tanaman stoberi perlu dilakukan dengan baik dan tepat. Hal ini agar buah yang sampai ketangan konsumen dapat terjaga kualitas, kuantitas dan kesegarannya. Buah stoberi termasuk komoditas ringkih (perishable) sehingga pada saat pasca panen diperlukan cara penanganan yang memadai untuk mempertahankan kualitas, daya simpan dan daya gunanya. Ada pun cara yang dapat dilakukan saat panen dan panen buah stoberi dalam polybag atau pot, antara lain sebagai berikut.
1.
Panen
stoberi dalam polybag atau pot
Panen
merupakan suatu perlakuan pengambilan hasil dari kebun. Menanamstoberi di dalam
polybag atau pot tidak selamanya menguntungkan karena sering menimbulkan
masalah yang sulit diatasi. Salah satu masalah yang sering muncul saat menanam
stoberi dalam pot atau polybag adalah buah yang dihasilkan memiliki ukuran yang
lebih kecil. Namun, setiap masalah yang ada dapat diatasi dengan cara melakukan
penjarangan bunga. Biasanya, setiap tangkai tanaman stoberi akan menghasilkan
bunga sebanyak 20 buah.
Untuk
itu proses penjarangan tanaman stoberi harus dilakukan secara berkala.
Sebaliknya setiap tangkai stoberi berisi satu bunga saja agar pertumbuhan
buahnya tidak terhambat. Maka dari itu, jenis bunga yang dipertahankan tumbuh
adalah bunga dengan kualitas primer.
Hal yang harus diperhitungkan saat panen tiba
adalah waktu panen yang tepat. Apabila waktu panen tidak diperhitungkan dengn
baik, akan berpengaruh pada hasil panen. Apabila masa panen dilakukan pada saat
buah dalam keadaan belum matang, maka buah tersebut akan menjadi asam meskipun
buah tersebut berubah warna menjadi merah. Sebaliknya, apabila buah dipanen
pada saat buah terlampau matang, maka buah tersebut tidak akan tahan lama untuk
disimpan.
Pada
umur sekitar 2 bulan tanam, biasanya
tanaman stoberi mulai belajar berbuah untuk pertama kalinya. Biasanya
buah pertama ini belum begitu kuat karena tanaman belum cukup umur untuk
berbuah. Sebaliknya buah tersebut dibuang saja. Hal ini dilakukan agar tanaman
dapat lebih berkonsentrasi untuk membesarkan tubuhnyasehingga mampu menahan
buah yang akan tumbuh lebat dikemudian hari.
Proses
pemanenan buah stoberi biasanya dilakukan saat buah sudah merah semua dan empuk
saat dipegang . buah yang besar tetapi belum tua jangan dipetik karena memiliki
rasa asam ketika buah mulai merah. Setelah berusia 5-6 bulan tanaman stoberi
akan menghasilkan buah yang siap untuk dipanen. Sebelum dilakukan proses
pemanenan, sebaiknya mengetetahui lebih dahulu ciri-ciri buah stoberi yang siap
untuk dipanen dan buah stoberi yang dipetik harus yang sudah tua dan matang.
Buah muda yang warnanya masih hijau keputih-putihan dan besar jangan dipetik
karenanya rasanya asam. Meskipun setelah diperam warnanya bisa menjadi merah,
tetapi sebaiknya pilih buah yang benar yang benar-benar matang tanpa melalui
proses pemeraman.
Ada
teknik khusus pemanenan stoberi agar tanaman dan buah tidak rusak. Caranya buah
dipetik bersama tangkai buah dan kelopaknya dengan tangan secara hati-hati atau
dapat menggunakan gunting. Tanaman stoberi yang diambil dari stolon dan anakan
biasanya mulai berbunga saat berumur 2 bulan setelah tanam, tetapi bunga
pertama sebaiknya dibuang. Setelah tanaman berumur 4 bulan bunga dibiarkan
tumbuh menjadi buah. Untuk memperoleh buah yang besar bisa dilakukan dengan
cara memangkas beberapa bakal buah di tanaman. Sebaiknya agar tidak busuk
setelah dilakukan proses pemanenan, buah stoberi diberi alas sehingga tidak
menyentuh permukaan tanah secara langsung, selama proses pemanenan, tempatkan
buah dalam suatu wadah dengan hati-hati agar tidak memar dan simpan wadah
ditempat teduh atau dibawa langsung ketempat penampungan hasil. Kemudian, cuci
buah stoberi dengan air mengalir dan tiriskan diatas rak-rak penyimpanan.
2.
Pascapanen
stoberi dalam polybag atau pot
Penanganan pascapanen merupakan
tahapan dalam kegiatan usaha tani yang dilakukan sejak pemanenan hingga siap
dipasarkan atau dikomsumsi oleh konsumen. Pascapanen merupakan suatu proses
perlakuan pada buah-buhan setelah proses pemanenan dilakukan, salah satu tujuan
perlakuan pemanenan ini adalah untuk mempertahankan mutu dari buah tersebut
sehingga dapat menambah penghasilan, khususnya bagi para petani stoberi.
Penanggulan pascapanen ini perlu dilakukan dengan tepat
agar buah stoberi tidak mengalami pembusukan, baik dalam perjalanan hingga
sampai ke tangan konsumen. Untuk mencegah kerusakan pascapanen stoberi dan
mempertahankan umur simpannya, dapat dilakukan usaha seperti penggunaan alat
pendingin dengan suhu rendah, modifikasi atmosfer ruang simpan, pemberian bahan
kimia secara eksogen, edible coating dan pelapisan lilin.
Cara atau teknik yang umum digunakan sebagai usaha
mempertahankan buah stoberii agar tidak
mengalami kerusakan pascapanen adalah dengan menggunakan pelapisan lilin.
Teknik ini digunakan sebagai usaha untuk menunda kematangan buah. Salah satu
tujuan utama pemberian lapisan lilin pada buah stoberi adalah untuk mencegah
terjadinya penguapan yang berlebih ( kandungan air) yang bisa mengakibatkan
kelayuan. Bahan lilin biasanya diperoleh dari berbagai sumber, seperti hewan,
tumbuhan, bahan mineral maupun lilin sintesis. Agar proses pelapisan lilin
berjalan dengan sempurna dapat dikombinasikan dengan menambahkan fungisida yang
diberikan dengan cara mencelupkan buah stoberi sebelum diberi lapisan lilin.
Hal ini dilakukan untuk mengendalikan atau menunda pembusukan pada buah selama
masih dalam proses penyimpanan. Selain itu penambahan lapisan lilin ini dapat
membuat kulit buah stoberi tampak lebih mengkilap sehingga menarik konsumen
untuk membelinya.
Ada beberapa tahapan yang harus dilalui dalam pascapanen
agar prosesnya berjalan dengan baik, antara lain sebagai berikut :
a.
Pengumpulan
Tahap
pengumpulan dilakukan setelah masa panen. Pengumpulan merupakan salah satu
proses pascapanen, proses ini biasanya dilakukan dengan menyimpan buah hasil
panen pada tempat yang lebih aman dan terbebas dari berbagai jenis gangguan
hama dan penyakit. Dengan penangan pascapanen yang tepat sehingga dapat
mempermudah dalam pelaksanaan proses pascapanen selanjutnya. Pada tahap
pengumpulan ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan dengan hati-hati dan
teliti, antara lain sebagai barikut.
b.
Simpan
buah stoberi ditempat yang aman, seperti wadah, plastik besar
1. Lakukan
proses penyimpanan dengan hati-hati agar buah tidak bersinggungan yang dapat
menyebabkan buah menjadi busuk dan memar.
2. Pisahkan
buah stoberi menurut kelasnya.
3. Buah
stoberi yang sudah dipilih harus dibersihkan dari sisa kotoran yang menempel
(daun).
c.
Penyortiran
dan penggolongan
Tahap
selanjutnya yang harus dilakukan dalam proses pemanenan buah stoberi adalah
proses penyortiran dan penggolongan / pengelompokan buah stoberi. Penyortiran
merupakan tahapan pascapanen yang dilakukan dengan cara memisahkan buah yang
layak komsumsi dengan buah yang tidak layak untuk dikomsumsi.
Pada
tahap penyortiran ini akan diketahui berbagai ukuran buah stoberi sehingga
dapat diklasifikasikan berdasarkan varietas, warna, ukuran dan bentuk buah. Hal
ini akan mempengaruhi harga stoberi itu sendiri. Buah stobei dengan kualitas
baik dan mendatangkan keuntungan yang berlipat. Untuk itu lakukan proses
penyortiran dengan tepat agar mendapat untung dari menanam stoberi tersebut.
d.
Pengemasan
dan penyimpanan
Setelah
proses penyortiran dan penggolongan buah stoberi selesai dilakukan, tahap
selanjutnya adalah mengemas buah tersebut dalam tempat yang cantik dan menarik
sehingga konsumen tertarik untuk membelinya. Pengemasan merupakan suatu proses
dimana buah ditempatkan kedalam wadah berupa plastik atau mika yang didesain
sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam proses pengangkutan dari tangan
produsen ke konsumen.
Buah stoberi biasanya dikemas dalam berbagai
ukuran tetapi tempat atau wadah yang digunakan jenisnya masih tetap sama, yaitu
plastik putih atau transparan (mika) yang mudah dibuka dan ditutup sehingga
menarik konsumen untuk membelinya. Salah satu manfaat pengemasan adalah untuk
menjaga buah stoberi tetap segar dan tidak merusak kualitas dari stoberi tersebut.
Hal ini diharapkan dapat menjadi nilai lebih dimata konsumen sehingga konsumen
sehingga konsumen tertarik untuk membeli.
Adapun
penyimpanan merupakan suatu proses yang dilakukan agar buah dapat
mempertahankan mutu saat tiba di tangan konsumen. Dalam proses penyimpanan
biasanya buah stoberi diletakkan pada rak dalam lemari pendingin dengan suhu
antara 0-10̊C.
Penyimpanan
stoberi didalam lemari pendingin harus tetap dikontrol atau diawasi karena buah
ini hanya tahan 4 hari didalam dilemari pendingin. Apabila terdapat buah yang
busuk maka akan cepat menular ke buah
lainnya yang masih dalam kondisi baik.
Cara
yang paling tepat agar buah stoberi dapat tahan hingga 3 bulan adalah
menyimpannya dalam freezer. Namun, cara penyimpanannya pun harus tetap diperhatikan
agar buah tetap dalam keadaan baik. Caranya atur buah stoberi satu persatu
secara terpisah lalu bekukan. Setelah beku siram dengan air dan masukkan
kedalam plastik lalu bekukan kembali. Dengan cara seperti ini buah stoberi
masih dapat digunakan untuk dikomsumsi melalui proses pengolahan terlebih
dahulu seperti untuk dibuat jus segar dan kaya vitamin.
Untuk
menjaga kualitas dan kuantitas buah stoberi saat sampai ke tangan konsumen, ada
beberapa pertimbangan yang penting yang harus diperhatikan saat penanganan
pascapanen buah stoberi adalah antara lain sebagai berikut ;
1. Laju
respirasi
Para
konsumen yang ingin mengkomsumsi buah stoberi biasanya memilih buah stoberi
yang segar dan tidak busuk. Salah satu cara yang dilakukan dalam proses
pemilihan ini adalah dengan memilih tanaman stoberi yang masih segar ( masih
hidup). Tanaman stoberi yang masih hidup biasanya melakukan proses yang
dinamakan proses respirasi. Proses respirasi ini dilakukan untuk mendapatkan
energi sehingga dapat menjalankan aktivitas tumbuh tanaman itu sendiri.
Perombakan yang terjadi pada karbohidrat akan semakin tinggi apabila laju
respirasinya juga tinggi sehingga
mempengaruhi kemunduran pada produk tersebut.
2.
Pertimbangan fisik
Sebelum
masa panen tiba biasanya kerusakan fisik pada buah stoberi sering terjadi baik,
disengaja maupun tidak sengaja. Selanjutnya kerusakan fisik juga dapat terjadi
pada saat pemanenan, pengemasan, pengangkutan, penyimpanan sampai ketangan
penjual hingga berada di tangan konsumen yang ingin menikmati buah stoberi.
Kerusakan
fisik yang sering terjadi pada buah stoberi ketika sampai ke tangan konsumen
antara lain terdapat memar pada buah akibat gesekan antara satu buah dengan
buah lainnya, ada bagian yang pecah atau busuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar