Budidaya Tanaman demi kemajuan pertanian PERTANIAN: PANEN DAN PASCA PANEN STOBERI DALAM POLYBAG

Senin, 30 Desember 2013

PANEN DAN PASCA PANEN STOBERI DALAM POLYBAG


 

 
 Penanganan panen dan pasca panen pada tanaman stoberi perlu dilakukan dengan baik dan tepat. Hal ini agar buah yang sampai ketangan konsumen dapat terjaga kualitas, kuantitas dan kesegarannya. Buah stoberi termasuk komoditas ringkih (perishable) sehingga pada saat pasca panen diperlukan cara penanganan yang memadai untuk mempertahankan kualitas, daya simpan dan daya gunanya. Ada pun cara yang dapat dilakukan saat panen dan panen buah stoberi dalam polybag atau pot, antara lain sebagai berikut.
1.     Panen stoberi dalam polybag atau pot
Panen merupakan suatu perlakuan pengambilan hasil dari kebun. Menanamstoberi di dalam polybag atau pot tidak selamanya menguntungkan karena sering menimbulkan masalah yang sulit diatasi. Salah satu masalah yang sering muncul saat menanam stoberi dalam pot atau polybag adalah buah yang dihasilkan memiliki ukuran yang lebih kecil. Namun, setiap masalah yang ada dapat diatasi dengan cara melakukan penjarangan bunga. Biasanya, setiap tangkai tanaman stoberi akan menghasilkan bunga sebanyak 20 buah.
Untuk itu proses penjarangan tanaman stoberi harus dilakukan secara berkala. Sebaliknya setiap tangkai stoberi berisi satu bunga saja agar pertumbuhan buahnya tidak terhambat. Maka dari itu, jenis bunga yang dipertahankan tumbuh adalah bunga dengan kualitas primer.
   Hal yang harus diperhitungkan saat panen tiba adalah waktu panen yang tepat. Apabila waktu panen tidak diperhitungkan dengn baik, akan berpengaruh pada hasil panen. Apabila masa panen dilakukan pada saat buah dalam keadaan belum matang, maka buah tersebut akan menjadi asam meskipun buah tersebut berubah warna menjadi merah. Sebaliknya, apabila buah dipanen pada saat buah terlampau matang, maka buah tersebut tidak akan tahan lama untuk disimpan.
Pada umur sekitar 2 bulan tanam, biasanya  tanaman stoberi mulai belajar berbuah untuk pertama kalinya. Biasanya buah pertama ini belum begitu kuat karena tanaman belum cukup umur untuk berbuah. Sebaliknya buah tersebut dibuang saja. Hal ini dilakukan agar tanaman dapat lebih berkonsentrasi untuk membesarkan tubuhnyasehingga mampu menahan buah yang akan tumbuh lebat dikemudian hari.
Proses pemanenan buah stoberi biasanya dilakukan saat buah sudah merah semua dan empuk saat dipegang . buah yang besar tetapi belum tua jangan dipetik karena memiliki rasa asam ketika buah mulai merah. Setelah berusia 5-6 bulan tanaman stoberi akan menghasilkan buah yang siap untuk dipanen. Sebelum dilakukan proses pemanenan, sebaiknya mengetetahui lebih dahulu ciri-ciri buah stoberi yang siap untuk dipanen dan buah stoberi yang dipetik harus yang sudah tua dan matang. Buah muda yang warnanya masih hijau keputih-putihan dan besar jangan dipetik karenanya rasanya asam. Meskipun setelah diperam warnanya bisa menjadi merah, tetapi sebaiknya pilih buah yang benar yang benar-benar matang tanpa melalui proses pemeraman.
Ada teknik khusus pemanenan stoberi agar tanaman dan buah tidak rusak. Caranya buah dipetik bersama tangkai buah dan kelopaknya dengan tangan secara hati-hati atau dapat menggunakan gunting. Tanaman stoberi yang diambil dari stolon dan anakan biasanya mulai berbunga saat berumur 2 bulan setelah tanam, tetapi bunga pertama sebaiknya dibuang. Setelah tanaman berumur 4 bulan bunga dibiarkan tumbuh menjadi buah. Untuk memperoleh buah yang besar bisa dilakukan dengan cara memangkas beberapa bakal buah di tanaman. Sebaiknya agar tidak busuk setelah dilakukan proses pemanenan, buah stoberi diberi alas sehingga tidak menyentuh permukaan tanah secara langsung, selama proses pemanenan, tempatkan buah dalam suatu wadah dengan hati-hati agar tidak memar dan simpan wadah ditempat teduh atau dibawa langsung ketempat penampungan hasil. Kemudian, cuci buah stoberi dengan air mengalir dan tiriskan diatas rak-rak penyimpanan.

2.   Pascapanen stoberi dalam polybag atau pot
Penanganan pascapanen merupakan tahapan dalam kegiatan usaha tani yang dilakukan sejak pemanenan hingga siap dipasarkan atau dikomsumsi oleh konsumen. Pascapanen merupakan suatu proses perlakuan pada buah-buhan setelah proses pemanenan dilakukan, salah satu tujuan perlakuan pemanenan ini adalah untuk mempertahankan mutu dari buah tersebut sehingga dapat menambah penghasilan, khususnya bagi para petani stoberi.
          Penanggulan pascapanen ini perlu dilakukan dengan tepat agar buah stoberi tidak mengalami pembusukan, baik dalam perjalanan hingga sampai ke tangan konsumen. Untuk mencegah kerusakan pascapanen stoberi dan mempertahankan umur simpannya, dapat dilakukan usaha seperti penggunaan alat pendingin dengan suhu rendah, modifikasi atmosfer ruang simpan, pemberian bahan kimia secara eksogen, edible coating dan pelapisan lilin.
          Cara atau teknik yang umum digunakan sebagai usaha mempertahankan  buah stoberii agar tidak mengalami kerusakan pascapanen adalah dengan menggunakan pelapisan lilin. Teknik ini digunakan sebagai usaha untuk menunda kematangan buah. Salah satu tujuan utama pemberian lapisan lilin pada buah stoberi adalah untuk mencegah terjadinya penguapan yang berlebih ( kandungan air) yang bisa mengakibatkan kelayuan. Bahan lilin biasanya diperoleh dari berbagai sumber, seperti hewan, tumbuhan, bahan mineral maupun lilin sintesis. Agar proses pelapisan lilin berjalan dengan sempurna dapat dikombinasikan dengan menambahkan fungisida yang diberikan dengan cara mencelupkan buah stoberi sebelum diberi lapisan lilin. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan atau menunda pembusukan pada buah selama masih dalam proses penyimpanan. Selain itu penambahan lapisan lilin ini dapat membuat kulit buah stoberi tampak lebih mengkilap sehingga menarik konsumen untuk membelinya.
          Ada beberapa tahapan yang harus dilalui dalam pascapanen agar prosesnya berjalan dengan baik, antara lain sebagai berikut :
a.     Pengumpulan
Tahap pengumpulan dilakukan setelah masa panen. Pengumpulan merupakan salah satu proses pascapanen, proses ini biasanya dilakukan dengan menyimpan buah hasil panen pada tempat yang lebih aman dan terbebas dari berbagai jenis gangguan hama dan penyakit. Dengan penangan pascapanen yang tepat sehingga dapat mempermudah dalam pelaksanaan proses pascapanen selanjutnya. Pada tahap pengumpulan ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti, antara lain sebagai barikut.
b.     Simpan buah stoberi ditempat yang aman, seperti wadah, plastik besar
1.     Lakukan proses penyimpanan dengan hati-hati agar buah tidak bersinggungan yang dapat menyebabkan buah menjadi busuk dan memar.
2.     Pisahkan buah stoberi menurut kelasnya.
3.     Buah stoberi yang sudah dipilih harus dibersihkan dari sisa kotoran yang menempel (daun).
c.      Penyortiran dan penggolongan
Tahap selanjutnya yang harus dilakukan dalam proses pemanenan buah stoberi adalah proses penyortiran dan penggolongan / pengelompokan buah stoberi. Penyortiran merupakan tahapan pascapanen yang dilakukan dengan cara memisahkan buah yang layak komsumsi dengan buah yang tidak layak untuk dikomsumsi.
Pada tahap penyortiran ini akan diketahui berbagai ukuran buah stoberi sehingga dapat diklasifikasikan berdasarkan varietas, warna, ukuran dan bentuk buah. Hal ini akan mempengaruhi harga stoberi itu sendiri. Buah stobei dengan kualitas baik dan mendatangkan keuntungan yang berlipat. Untuk itu lakukan proses penyortiran dengan tepat agar mendapat untung dari menanam stoberi tersebut.
d.     Pengemasan dan penyimpanan
Setelah proses penyortiran dan penggolongan buah stoberi selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah mengemas buah tersebut dalam tempat yang cantik dan menarik sehingga konsumen tertarik untuk membelinya. Pengemasan merupakan suatu proses dimana buah ditempatkan kedalam wadah berupa plastik atau mika yang didesain sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam proses pengangkutan dari tangan produsen ke konsumen.
 Buah stoberi biasanya dikemas dalam berbagai ukuran tetapi tempat atau wadah yang digunakan jenisnya masih tetap sama, yaitu plastik putih atau transparan (mika) yang mudah dibuka dan ditutup sehingga menarik konsumen untuk membelinya. Salah satu manfaat pengemasan adalah untuk menjaga buah stoberi tetap segar dan tidak merusak kualitas dari stoberi tersebut. Hal ini diharapkan dapat menjadi nilai lebih dimata konsumen sehingga konsumen sehingga konsumen tertarik untuk membeli.
Adapun penyimpanan merupakan suatu proses yang dilakukan agar buah dapat mempertahankan mutu saat tiba di tangan konsumen. Dalam proses penyimpanan biasanya buah stoberi diletakkan pada rak dalam lemari pendingin dengan suhu antara 0-10̊C.
Penyimpanan stoberi didalam lemari pendingin harus tetap dikontrol atau diawasi karena buah ini hanya tahan 4 hari didalam dilemari pendingin. Apabila terdapat buah yang busuk  maka akan cepat menular ke buah lainnya yang masih dalam kondisi baik.
Cara yang paling tepat agar buah stoberi dapat tahan hingga 3 bulan adalah menyimpannya dalam freezer. Namun, cara penyimpanannya pun harus tetap diperhatikan agar buah tetap dalam keadaan baik. Caranya atur buah stoberi satu persatu secara terpisah lalu bekukan. Setelah beku siram dengan air dan masukkan kedalam plastik lalu bekukan kembali. Dengan cara seperti ini buah stoberi masih dapat digunakan untuk dikomsumsi melalui proses pengolahan terlebih dahulu seperti untuk dibuat jus segar dan kaya vitamin.
Untuk menjaga kualitas dan kuantitas buah stoberi saat sampai ke tangan konsumen, ada beberapa pertimbangan yang penting yang harus diperhatikan saat penanganan pascapanen buah stoberi adalah antara lain sebagai berikut ;
1.       Laju respirasi
Para konsumen yang ingin mengkomsumsi buah stoberi biasanya memilih buah stoberi yang segar dan tidak busuk. Salah satu cara yang dilakukan dalam proses pemilihan ini adalah dengan memilih tanaman stoberi yang masih segar ( masih hidup). Tanaman stoberi yang masih hidup biasanya melakukan proses yang dinamakan proses respirasi. Proses respirasi ini dilakukan untuk mendapatkan energi sehingga dapat menjalankan aktivitas tumbuh tanaman itu sendiri. Perombakan yang terjadi pada karbohidrat akan semakin tinggi apabila laju respirasinya juga  tinggi sehingga mempengaruhi kemunduran pada produk tersebut.
2.         Pertimbangan fisik
Sebelum masa panen tiba biasanya kerusakan fisik pada buah stoberi sering terjadi baik, disengaja maupun tidak sengaja. Selanjutnya kerusakan fisik juga dapat terjadi pada saat pemanenan, pengemasan, pengangkutan, penyimpanan sampai ketangan penjual hingga berada di tangan konsumen yang ingin menikmati buah stoberi.
Kerusakan fisik yang sering terjadi pada buah stoberi ketika sampai ke tangan konsumen antara lain terdapat memar pada buah akibat gesekan antara satu buah dengan buah lainnya, ada bagian yang pecah atau busuk.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar